Sesuai judul,, Belum mulai MPD dan MPF diriku sudah KO duluan... ckckck -_-'
Menjalani hari-hari mengerjakan tugas MPD dan MPF asyik juga.
Tapi lumayan menyita waktu...
Diawali dengan kumpul SN, dan pembagian tugas.
Aku dapt tugas buat nametag. Alhamdulillah selesai tepat waktu.
Tugas berikutnya membuat tugas angkatan.
Aku dipilih jadi PJ Foto... Jumat sore dijadwalkan ngumpulin foto"nya..
Masi ada juga yang telat, bahkan nggak ngumpulin..
Aku tunggu sampai hari sabtu,, akhirnya nggak bisa diundur-undur lagi...
Aku mulai cari bahan dan membuat sketsa bentuknya.
Jumlah foto dan ukurannya gak bisa diprediksi.
Jadi harus terkumpul dulu fotonya baru bisa dibuat designnya...
Cari temen yang bisa bantuin nggak ada yang bisa..
alasannya bermacam-macam... Ya udah deh daripada nggak-ada-temen-nggak-dikerjain, akhirnya aku ngerjain foto itu SENDIRIAN sampe tengah malem lewat dikit!
padahal aku tau, klo aku begadang gitu, bisa sakit.
besoknya, jam 7 harus kumpul pra MPF.. Minta anterin Dani, karena kontrakanku jauh, repot untuk bawa" stereofoam segitu gede.. bisa" patah di tengah jalan.
Sip, sampai tepat waktu..
tugas selesai. Tapi agak kecewa dikit.
Begitu Fotonya udah jadi banyak yg ngomong 'ya ampun, masa lo ngerjain sendiri? kok nggak ngajak gw? coba lo sms, pasti gw bisa'
huhuhu :'(
padahal kan aku udah tanya" siapa yg bisa bantuin. Lagian kan aku nggak pnya nomor semua anak ilkom.. Cuma bisa jawab 'Ya udah c.. udah jadi ini'...!!
Daannn, nggak disebut kalo aku yg buat sendirian. Hiks :'(
Perlahan-lahan mulai terlihat efek sampingnya.. Ketika mulai ditambah ngerjain tugas" MPF dan MPD yang lain, suaraku makin lama makin habis.. Demam, Pusing, dan kawan"nya yg lain mulai datang bertamu. Hhhh...
Semoga semua tugas bisa diselesaikan sesegera mungkin dan aku bisa sehat lagi ketika hari H tiba...
AMIN!
Ayo teman-teman semuanya SEMANGAT!!! ^_^
Rizka_BlackWizard
Where are U?
Link>>IlkomerZ45
Netlogerz45 Chat
Categories
- About MPD/MPF (2)
- komputer (3)
- NetLogerz45 (1)
Blog Archive
-
▼
2009
(19)
-
▼
Agustus
(13)
- di kerjain
- misteri john titor
- Tugas Coding Bwt SN Netlog
- Lupa Ingatan...
- bunga rafflesiaasalamualaikum.wr.wb...akhirnya bis...
- Balada anak kontrakan....
- Belum mulai udah KO
- Aduh Malu Deh
- <!--[if gte mso 9]> Normal 0 f...
- Ninja Pendisk
- Report On Location: Perginya Mbah Surip
- Sedikit Tentang Aikido
- 8 kebohongan yang sering dilakukan IBU
-
▼
Agustus
(13)
Label: About MPD/MPF
Salah Konsultasi
Saya(Aditya Nur J.) ingin cerita ke teman-teman tentang pengalaman saya yang baru terjadi baru-baru ini, tepatnya sewaktu penyusunan KRS online tanggal 5 Agustus 2009 kemarin.
Tanggal 5 Agustus saya beserta kelompok PA kami sudah mengadakan perjanjian untuk konsultasi tentang KRS jam 8 pagi di sekretariat ilmu komputer. Di depan sekretariat kami menunggu dosen PA kami datang, anggota kelompok kami semuanya belum mengenal muka dosen PA kami. Kami hanya mengingatnya bahwa dosen PA kami memakai kerudung, karena sewaktu pengumuman siapa PA kami itu hanya ditampilkan foto PA kami sekilas saja. Di saat kami menunggu, ternyata ada kelompok lain yang ingin konsultasi dengan PA-nya juga yang sama-sama menunggu di depan sekretariat ilmu komputer.
Kurang lebih sekitar jam 8 lewat 5 menit, ada ibu yang berkerudung masuk ke sekretariat ilmu komputer, kami melihat dari luar jendela untuk memastikan itu dosen PA kami. Saat itu ibu yang berkerudung tersebut memanggil kami untuk masuk ke dalam. Dengan pasti kami masuk dan memperkenalkan diri. Setelah memperkenalkan diri kami memulai konsulatasi tentang KRS. Ibu tersebut memberitahukan bahwa dia tidak bisa lama-lama di sekretariat ilmu komputer, karena dia ada urusan sekitar jam 10 sedangkan KRS online baru bisa dilaksanakan jam 9 pagi, oleh karena itu dosen tersebut berpesan bahwa hasil print out KRS nya diletakan di lokernya saja sambil menunjuk ke arah lokernya. Di loker dosen tersebut tercantum nama-nama yang mempunyai loker, dan ibu tersebut menunjuk ke arah loker yang tercantum bukan nama dosen PA kami. Kami langsung bertanya ke ibu tersebut, untuk memastikan bahwa ibu tersebut adalah dosen PA kami. Dan ternyata ibu tersebut bukan dosen PA kami, melainkan dosen PA kelompok lain yang sedang menunggu bersama kami di luar sekretariat. Aduh........
Kami semua serentak malu dan tertawa. Hal ini benar-benar buat kami malu. Tetapi hal ini menjadi kenangan yang tidak bisa kami lupakan. Tapi dari kejadian ini kami menjadi mengenal dosen tersebut yang dikira dosen PA kami.
Salah Konsultasi
Saya(Aditya Nur J.) ingin cerita ke teman-teman tentang pengalaman saya yang baru terjadi baru-baru ini, tepatnya sewaktu penyusunan KRS online tanggal 5 Agustus 2009 kemarin.
Tanggal 5 Agustus saya beserta kelompok PA kami sudah mengadakan perjanjian untuk konsultasi tentang KRS jam 8 pagi di sekretariat ilmu komputer. Di depan sekretariat kami menunggu dosen PA kami datang, anggota kelompok kami semuanya belum mengenal muka dosen PA kami. Kami hanya mengingatnya bahwa dosen PA kami memakai kerudung, karena sewaktu pengumuman siapa PA kami itu hanya ditampilkan foto PA kami sekilas saja. Di saat kami menunggu, ternyata ada kelompok lain yang ingin konsultasi dengan PA-nya juga yang sama-sama menunggu di depan sekretariat ilmu komputer.
Kurang lebih sekitar jam 8 lewat 5 menit, ada ibu yang berkerudung masuk ke sekretariat ilmu komputer, kami melihat dari luar jendela untuk memastikan itu dosen PA kami. Saat itu ibu yang berkerudung tersebut memanggil kami untuk masuk ke dalam. Dengan pasti kami masuk dan memperkenalkan diri. Setelah memperkenalkan diri kami memulai konsulatasi tentang KRS. Ibu tersebut memberitahukan bahwa dia tidak bisa lama-lama di sekretariat ilmu komputer, karena dia ada urusan sekitar jam 10 sedangkan KRS online baru bisa dilaksanakan jam 9 pagi, oleh karena itu dosen tersebut berpesan bahwa hasil print out KRS nya diletakan di lokernya saja sambil menunjuk ke arah lokernya. Di loker dosen tersebut tercantum nama-nama yang mempunyai loker, dan ibu tersebut menunjuk ke arah loker yang tercantum bukan nama dosen PA kami. Kami langsung bertanya ke ibu tersebut, untuk memastikan bahwa ibu tersebut adalah dosen PA kami. Dan ternyata ibu tersebut bukan dosen PA kami, melainkan dosen PA kelompok lain yang sedang menunggu bersama kami di luar sekretariat. Aduh........
Kami semua serentak malu dan tertawa. Hal ini benar-benar buat kami malu. Tetapi hal ini menjadi kenangan yang tidak bisa kami lupakan. Tapi dari kejadian ini kami menjadi mengenal dosen tersebut yang dikira dosen PA kami.
ADITYA NUR JOHANSYAH
Ninja Pendisk merupakan software gratis yang sangat berguna untuk menghapus virus yang menyebar melalui flashdisk seperti "autorun.inf" and "ctfmon.exe.
software ini akan otamatis bekerja jika anda menghubungkan flashdisk pada pc atau laptop anda.
Download Ninja Pendisk http://www.ziddu.com/download/5914862/ninja.exe.html
ninja screenshoot

Selamat mencoba......
By : Abdul Qifli S. (Aly)
Yippiii....
Akhirnya gw posting juga di blog NetLogerz...
Maap ya buat para panitia en proxy serta temen2 yang sering posting. Bukan maksud hatiku untuk gak ikutan posting. Tapi apalah daya tak sempat waktuku. (Hehehe... sok sibuk beud dah gw =p)
Bermodalkan laptopnya si Aly, gw mau posting tentang kegiatan para Nertlogerz hari ini. Alhamdulillah atas berkat Rahmat Allah, para NetLogerz bisa juga ngumpul bareng proxy, nyaeta kak Ichonx en ka hidayat (yang pengennya dipanggil hyde ^^v). Tapi berhubung si Fulsi yang asalnya dari Bekasi dan bergigi serta bergusi lagi sakit, jadilah gak semuanya bisa ikut ngumpul. Belom lagi di tengah perjalanan si Ketua suku harus dipanggil Yang Maha Kuasa... Upz!! Dipanggil dosen PA maksudnya. hehehe... Piss daaannn.... ^^v
Ngpain sih kita hari ini?? (Duh, mau tau aja sih...)
Kita ngumpul buat bikin buku tugas plus papan kelompok serta.....
Ngegosipin Mbah Surip yang katanya jam 10 tadi pagi meninggal dunia. Gosipnya sih karena serangan jantung. Wuih,, langsung aja tuh NetLogerz mengheningkan cipta sejenak untuk mengenang jasa-jasa Mbah Surip yang selalu menggendong kami kemana-mana.
I love you full mbah...."
Bagi kami para NetLogerz, segala penugasan bukanlah punishment, melainkan pembelajaran. Bagaimana kami akhirnya bisa saling mengenal satu sama lain. Gak ada beban, bisa dilihat dari foto-foto di bawah ini yang penuh dengan keceriaan...
Falsafah aikido adalah keseimbangan tenaga dan semangat atau roh. Ai berarti penyelarasan, integrasi, atau harmoni. Ki adalah pusat tenaga kehidupan dan spirit. Do berarti "jalan untuk membentuk keseimbangan antara fisik dan rohani atau pikiran".
Dasar gerakan aikido adalah pola sirkuler, yaitu lingkaran, konvergensi, atau pertemuan pada satu titik. Dalam mempelajari aikido, kita akan belajar tanpa mengenal batas karena tidak ada peringkat dalam ilmu bela diri ini. Yang ada hanyalah belajar menguasai waza atau teknik.
Meskipun memberlakukan tingkat Kyu dan Dan, aikido tidak selamanya menjamin seseorang lebih baik atau sebaliknya. Yang menjadi barometer adalah sampai seberapa jauh aikidoka atau praktisi aikido yang bersangkutan menguasai tekniknya.
Ada semacam tradisi dalam aikido, baik siswa tingkat kyu maupun dan selalu duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Artinya, semua teknik akan sama-sama dipelajari, baik di tingkat kyu maupun di tingkat dan.
Yang membedakan, barangkali, semakin tinggi tingkatannya, aikidoka mempunyai penguasaan teknik yang lebih baik. Sebab, diukur dari senioritasnya, tingkat yang lebih tinggi pasti lebih lama belajar dari pada tingkat di bawahnya.
Dalam pelatihan, sensei (guru) bertindak sebagai pembimbing. Dasar yang ditanamkan adalah ketekunan berlatih yang luar biasa - tidak ada motivasi untuk mengalahkan lawan. Karena itu aikido tidak pernah dipertandingkan, khususnya di Indonesia . Konon, di Jepang sekalipun, tak pernah ada semacam kompetisi aikido, kecuali embukai atau peragaan ilmu bela diri ini.
Aikido tidak mengajarkan teknik menyerang. Inilah bentuk bela diri yang defensif, yang lebih mengutamakan keindahan gerak. Tapi jangan dikira aikido tidak dapat dipergunakan secara keras. Lihat saja film-film Steven Seagal. Barangkali di situ ada keinginan menunjukkan bagaimana aikido dipergunakan sebagai bentuk beladiri yang keras.
Meski begitu, salah satu falsafah aikido adalah "aikidoka dan musuhnya sama-sama selamat". Memang, aikido merupakan seni bela diri yang bertujuan menjauhkan atau membuang kekerasan. Karena itu, aikido lebih mengutamakan penyelesaian "perkelahian" secara cepat.
Dalam praktek pelatihannya, ada empat pokok dasar waza, yaitu tachiwaza (teknik posisi sama-sama berdiri), suwariwaza (sama-sama duduk), hanmihamdachi (duduk melawan berdiri), dan kaeshiwaza (melakukan teknik dengan membuka serangan).
Inti aikido yang sebenarnya adalah "menguasai" spirit atau rohnya. Memahami spirit aikido sama sulitnya dengan menangkap air - bisa dirasakan tapi tak dapat digenggam. Perlu waktu sangat panjang, bahkan seumur hidup, untuk menguasainya. Karena itu, orang yang mempelajarinya tidak pernah mengenal batas akhir.
Ini adalah sikap kerendahan hati - karena pencarian hakikat aikido yang sebenarnya bukan diukur dengan tingkat. Tingkatan setinggi apapun masih merupakan bagian kulit luar dari tujuan aikido yang sebenarnya. Aikido mendidik manusia agar memahami kehidupan, diri sendiri, orang lain, dan alam semesta, dengan cinta kasih. Dengan kata lain, kehidupan ini patut dijaga dan dipelihara.
Karena itu, kepada praktisi aikido diajarkan dan ditekankan untuk tidak membunuh penjahat. Itulah falsafahnya. teknik-tekniknya merupakan netralisasi segala bentuk serangan, sekalipun serangan yang berbahaya.
Aditya Nur Johansyah

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata: "Makanlah nak, aku tidak lapar" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sendokku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja." Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak capek" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :"Minumlah nak, aku tidak haus!" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : "Saya punya duit" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku "Aku tidak terbiasa" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.
Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : " Terima kasih ibu !"
Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.
Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita.
Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita?
Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi..
Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di kemudian hari.
Rizka_BlackWizard

